Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

Train of Thought : Part 5

By Posted on 0 No tags 2

Towards What is Better

Ngga kerasa, sebentar lagi tahun baru.. Biasanya banyak nih yang bikin resolusi. Rata-rata apa sih?

 

Hidup sehat, nabung, dapet skill baru, spend more time with family, quit smoking, read more books, dll…

 

Sebenernya kebanyakan ya menuju versi diri yang lebih baik kan ya. Sadar nggak sadar, it’s an act of tawbah. Taubat, menyadari kesalahan-kesalahan kita. Oh selama ini gw makannya gak bener,duit dipake dihambur-hambur, sibuk kerja sampe lupa urus keluarga, butuh ilmu lebih banyak selama ini kebanyakan kepo idup orang di sosmed #reminderformyselfjugakali…

 

Aslinya deep inside we know it is wrong, dan beruntung lah kita sebagai muslim, bahwa ketika kita tau bahwa sebenernya itu adalah perintah Allah : konsumsi yang halal dan toyyib, dilarang mubazir dan berlebih-lebihan, dll we realize that we’re in the act of taubat. Bahwa sebenernya ya yang Allah perintahkan itu kan kebaikan buat kita sendiri. Not only Jannah is better, but if we understand… The ROAD to jannah itself is better.

 

Buat yang SADAR akan kesalahannya, sebenernya bertaubat jadi lebih mudah. Iya, dia sadar kan apa yang mesti dibenerin. Where to start, what to fix.. Tapi buat yang melakukan kesalahan tanpa menyadari, hmmm…taubat jadi lebih susah. Kenapa? Ya karena nggak sadar yang dilakuin salah.

 

Tul gak?

 

Tulisan ini saya ambil dari kajian Majeed Mahmoud tentang At-Tawwab. Beliau membuat contoh.. seperti kita yang asik selfie. Ya biasa aja kan perasaan. Okeeeh, agak kebawah nih lebih kece. Eh coba, tampak sini cahanya lebih bagus, ok sip klik.. And the guys be like oke oke coba sudut sini nih ototnya lebih ada bayangannya, klik… (terus diupload mereun ya) Who cares how do you look like, apakah kita tau bahwa kita akan DITANYA oleh ALLAH tentang setiap KALI kita mengambil foto itu? (apalagi kalau diupload dan tersebar segala penjuru, entah sampai di mata siapa itu)

 

The Salafus shalih said, wallahi we never say a word or do we do a single act except we prepared an answer for Allah when we meet Him and asks us “Why did you do this or say that”

 

#jlebjlebjleb #notetomyself

 

Jadi mau jawab apa kita nanti 🙁 See, we need to repent!

 

Ah gw mah gak gitu kok. Alhamdulillah, still you need to repent. Kenapa? Da kita mah siapa atuh, pemimpin kita aja, rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, yang nggak berbuat dosa, beristighfar 100+ kali sehari, gimana kita? Inget2 jaman kegelapan kita saat kita seenaknya aja berbuat ini itu. Sampai kapan kita mau beristighfar?

Terus-terusan sampai setan nyesel udah bikin kita berbuat dosa.

 

“That’s it maaaan, stop it. Stop repenting, i’m sorry”

 

We repent and repent and cry and repent

 

Sampe setan pengen move on from us karena satu kesalahan aja kita repent berulang-ulang, “I made her do one mistake and look how many repentance she made with that mistake?”

 

Istighfarlah karena kadang-kadang, kita adalah pembohong.

 

Bilang “Allahu Akbar”, Allah is greater than everything anything… sambil mikirin yang lain.

 

Masak apa ya hari ini, abis ini ngapain ya… Eh kunci di mana ya?

 

Astaghfirullah , bukankah itu cukup buat kita meminta maaf

 

Semoga Allah melindungi kita.

 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

 

Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,

 

supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),

 

atau supaya jangan ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa’.

 

Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ‘Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.

 

(Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”.

 

(Az-Zumar : 53 -59)

 

Manusia, orang-orang mungkin bisa bosen dan muak kalau kita minta maaf, tapi Allah selalu menerima taubat kita.

 

Pilihan kita cuma 2, mau jadi golongan yang mau bertaubat (yatuubun) atau zalim (zhalimun).

 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

 

…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Al-Baqarah : 222)

 

Yuhibb, sepertinya sudah cukup. Bayangin kalau ada seorang raja yang sayang sama kita. Udah kelar, hidup kita aman. Mo rumah dikasih, punya utang? dibayarin. Mau nikah, dikasih pasangannya… Then can you imagine if The King of the kings loves you? Loves you for what?

FOR SAYING SORRY!
Untuk meminta maaf kepada-Nya, untuk kembali kepada jalan-Nya, aku akui bahwa aku salah…

 

Ada lagi nih yang masih belum dijelaskan. ATTITUDE of repentance. Kapan terakhir kali kita beristighfar dari lubuk hati kita? Dengan penuh penyesalan?

 

Bukan ngomong ASTAGHFIRULLAH, sambil cengengesan, sambil ngomel ke anak “Astaghfirullah deeek!” – that’s an attitude WE NEED TO REPENT FOR.

 

Bertaubat ini bukan opsi, tapi kewajiban. Perintah. Pintu taubat tidak akan ditutup hingga matahari terbit dari barat.

 

Ketika kita ngerasa, ngga ada yang ngertiin aku, ngga ada yang bisa diajak ngobrol soal ini, i feel so bad and guilty.. KNOW THIS DOOR IS OPEN! Pintu taubat terbuka, jam berapa aja. Siang dan malam.

Kita, manusia mungkin suka muak kalo dimintain maaf terus, udah lah minta maaf mulu i’m sick of it. Tiap kali bikin salah lagi salah lagi, forget it. But Allah loves it, contact Him.

 

No more zoning out when saying “Allahu Akbar”

 

Mari hayuk kita taubat, towards what is better. Who doesnt want to be loved by The Kings of King? The One who loves us when we keep asking for His forgiveness.

 

Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa. Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata, ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim no. 2747).

 

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/3455-allah-sangat-suka-dengan-hamba-yang-bertaubat.html

 

Allah lebih gembira – dibanding kita ketika kita bertaubat. Isn’t it our goal .. untuk Ridho dengan segala perintah dan ketentuan-Nya, dan selalu mencari Ridho-Nya?

 

Bukankah Allah sering mengirimkan nikmatnya pada kita sementara kita sering berbuat hal yang tidak disukai Allah?

 

Bukankah kita sering diberi nikmat oleh Allah, kita inget berterima kasih sama orang, sama yang lain tapi LUPA berterima kasih sama Allah?

 

Bukankah Allah adalah Rabb kita, tapi kita menyembah yang lain, atau rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bilang عَبْدُ الدِّيْنَا (hamba dinar- uang)

 

Do you want Allah to judge you towards His Justice or His Mercy? Tentunya His Mercy ya…

Allah menyandingkan nama “At-Tawwab” dengan “Ar-Rahiim”. Kenapa? Karena jika Allah tidak mengizinkan kita bertaubat, yaudah ada aja orang yang berpikir untuk terus aja bikin kesalahan kan.. No way out, I’m hopeless anyway

 

Allah sebenarnya suka memberi kita peringatan, ada yang very soft and very loving signal, ada yang sharp and quick signal cepet dipahami, ada yang lebih besar lagi, ada yang sangat besar “wake up call” disaster size.

 

Have you ever experience any? Semoga teguran yang soft and loving ya <3

 

Allah gave you a sign, contohnya apa? mungkin ketika kamu menyempatkan selintas membaca tulisan ini 🙂

 

Oh iya, tapi ketika kita mau bertaubat, sebenernya gimana sih syaratnya?

 

TINGGALKAN PERBUATAN DOSA ITU SEKARANG JUGA. Iya, sekarang juga. Bukan besok, lusa atau awal tahun depan.Dan kita mesti MENYESAL akan apa yang telah kita lakukan dulu. Tanpa penyesalan – bukan taubat. Salah satu contoh cerita nih, ada seorang perempuan muda ngajakin ke seorang auntie- wise older lady- untuk nganterin dia dan beli baju buat ke party. That wise old lady said “ gimana kalau bareng saya ke halaqoh trus nanti saya anterin kamu dan kita beli dress itu, deal?” ok deal.

 

Kira-kira halaqoh tentang apa tuh? Hijab? bukaaan… ternyata itu halaqah tentang penjelasan taubah. Kadang orang butuh kajian tentang taubat untuk menjadikan mereka memakai hijab, kadang bukan kajian tentang orang tua atau tentang hijab untuk membuat orang berubah, kadang yang dibutuhkan adalah we need to know Allah is At-Tawwaab to change.

 

Oke jadi mereka ke halaqoh itu tentang taubat, dan diakhiri tentang hijab, tight jeans and so on… dan di akhir halaqoh itu…

 

dia bilang “ Wallahi i’m not leaving until i wear it right now,” – dia nggak mau keluar dari situ dengan pakaian yang dia pakai saat itu, i’m feeling naked with this thight jeans pokonya do something dll.. tapi kan kamu ga punya pakaian apa-apa lagi..

 

Allah give her a chance to do taubah. Jadilah dia pakai tuh prayer clothes yang ada di sana, kalau di sini mah kan adanya mukena kan, di sana semacam egyptian style abaya gitu lah, proper hijab…  

 

dan kemudian setelah itu dia keluar dari masjid dan a car hit her and she died.

 

Ya Allah, tapi dia akan berjumpa dengan Allah sebagai a repenter, orang yang bertaubat, bukan orang yang menunda, nanti besok, besok lagi, dll…

 

wa makaru wa makarullah, dont play games with Allah and say tomorrow and tomorrow, we never know that we’ll meet tomorrow 🙁

 

stop the sin, regret the past, try to not repeat it!

Jangan lupa, ganti pertemanan kalau pertemananmu menyeretmu ke dalam keburukan.

Kita butuh teman untuk stay on the path. Choose wisely. Inget kisah orang yang membunuh 99 orang? He went to a scholar and tell him that he wants to repent and asked what should i do? Terus dia disuruh pindah dari kota itu, kenapa? Karena banyak temen2 yang messed up di sana.. dan pindah ke tempat lain yang di sana banyak orang2 shaleh..

Terus apa yang terjadi, ketika pindah dia meninggal di tengah jalan. Persis. But Allah, when He loves you, He will change the universe for you. Allah shorten the distance between him and the righteous people.

A true believer believe this.

Ask Allah forgiveness and He will forgive you.

 

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

(Ali ‘Imran : 135)

 

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

(Hud :3)

 

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”.

(Hud :52)

 

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

(Hud : 90)

 

Then do good, do better, be better version of ourselves, and START NOW 🙂

(Visited 377 times, 1 visits today)

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *