Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

Train of Thought : Part 4

By Posted on 0 No tags 0

The truth

Dengan mengenal Allah, sebetulnya hidup kita menjadi lebih tenang. Ibadah terasa lebih ringan dilakukan. Kenapa?Karena kita jadi tahu sejatinya, Allah membuat aturan karena Allah sayang sama kita. Sayang banget ketika tanpa ilmu, yang kita tahu soal agama ini hanyalah larangan dan perintah, yang ini haram yang itu harus dilakukan. Ketika kita tidak mengenal siapa yang memerintahkan, rasanya malah jadi kebalikan : perintah begitu berat dilaksanakan, dan dosa jadi begitu enteng dilakukan. Capek.

 

Padahal seandainya kita sadar, ketika kita melanggar, yang rugi diri sendiri. Ketika kita taat, yang merasa nikmat dan selamat ya diri kita sendiri.

 

Ah ribet banget sih, sering kali terlintas dan terucap begitu, ketika kita belum tahu. Ah masa gitu aja ga boleh, yaelah makanya jangan ketinggalan jaman dong, mau sampe kapan pakai pikiran jadul gitu. Sekarang kan udah beda zaman, yang gitu mah biasa aja. Dst dst. Iya betul, zaman memang terus berubah, norma terus bergeser, tapi bukankah itu jadi alasan kuat kenapa kita sebenernya butuh berpegang teguh pada apa yang Allah beri pada kita.

 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(Al-Baqarah : 156)

 

Bingung? PEGANGAN! inget gak becandaan kaya gitu? 😀 Iya gengs, bener ternyata, kalau bingung kita emang butuh pegangan. Tapi pegangan mana yang mau kita pegang? Kata orang? Kebenaran versi siapa?

 

Saya percaya, Allah Maha Tahu apa yang terjadi dulu, sekarang, nanti. Allah tahu apa yang baik buat kita apa yang nggak. Mau itu jelas-jelas nyata alasannya, atau kita nggak ngerti kenapa, percayalah.. Allah Maha Mengetahui.

 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

 

Setan cuma dandanin aja itu dosa2, sins and falsehood are beautified. Dia giring kita untuk mendekat dan mendekat pada kebatilan dan menjauh dan semaaakin menjauh dari Allah. Hari gini bala bantuannya banyak banget, ga usah kemana-mana, diem di rumah aja dan buka hp, wiiiih seliweran sana-sini kan. Iklan yang muncul, postingan sosial media, dll. Betapa mudahnya ituuu merasuk ke pikiran dan hati kita.

 

Check yourself. Betapa merasuknya “influence” setan ke pikiran dan hati kita. Ah gila keren banget itu, tatonya… keren banget dia ngerokoknya.. (padahal sambil ngomong gila :p) Kalo kata pa ustadz Nur Asyur kemarin, tips berhenti ngerokok : coba deh tiap ngerokok mulai dengan bismillah diakhiri dengan alhamdulillah. Pantes gak? Kan nggak enak tuh di hati. Mo berdoa “Ya Allah berikanlah barokah dengan ini, jadikanlah tubuhku sehat dan kuat” padahal kita menyebut nama Allah-membaca bismillah- untuk mendapatkan barakah-Nya.. And if we dont dare to say it, think again before starting to do something 😀

 

Hal lain misalnya khamr. Kayanya ribet banget kalo nggak paham, apalagi buat anak muuuuda. Di saat dunia sekitar hura-hura, di saat artis-artis di serial drama mengkonsumsinya dengan biasa aja, menemani makan menambah nikmat makan, yaaa sesekali aja gak sampe mabok katanya, ah… sayang, betapa mudahnya manusia digelincirkan.

 

Seandainya kita paham betapa Allah sayang maka Dia melarang, seandainya kita tahu “kesadaran”, being concious, adalah salah satu kunci keselamatan.. Menyadari bahwa Allah selalu mengawasi adalah kunci dari kita membuat pilihan di setiap kesempatan, maka kita akan bersyukur bahwa Allah memberi larangan minum khamr. Ketika kita keluar dari kesadaran, bukankah sungguh menakutkan apa yang dapat terjadi. Kita kehilangan kendali, atas pilihan kita sendiri. A’udzubillah. Betapa mungkin kita bisa menzalimi diri sendiri. For the sake of what? Being cool in front of whose eyes? Kepada siapa kita menghamba? 🙁

 

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu” (Al-Baqarah : 268)

 

Di antara riweuhnya dunia…Betapa khawatirnya kita akan masa depan, bukannya nggak boleh mempersiapkan kehidupan masa depan, tapi jangan sampai NIAT kita salah. Saya rasa persiapan masa depan juga kan bisa bernilai ibadah, kalau diawali dengan niat mencari ridho Allah. Tujuan kita apa?

Jangan sampai salah niat, oke gw ngumpulin duit biar anak gw bisa masuk sekolah yang hits biar dia pinter, abis itu sukses deh jadi horang kaya, ngga idup susah kaya gw. Yaudah sampe situ doang. Sayang gak sih?Know your goal, and know that this world is temporary. Selalu sertakan tujuan utama dalam setiap usaha : sukses menurut Allah. Set up bigger goal, by making GREAT DU’A. Menyadari bahwa jika Allah menghendaki, semuanya juga bisa terjadi. Dan hanya dengan izin-Nya semua bisa terjadi. Asli, we never know what will happen next, dan ketika kita menuhankan usaha kita, instead of bersandar pada Allah, sering kali kita akan kecewa. Kenapa?

 

Karena nggak ada tuh NISCAYA, PASTI, kecuali apa yang Allah kehendaki.

Jangan berani-berani menuhankan usaha kita, tanpa menyadari bahwa bahkan segala usaha kita bisa dilakukan karena Allah yang memberi kita kesempatan, Allah yang memberi kita kekuatan. Untuk hidup sampai detik ini, hanya karena Allah mengizinkan. Kita nggak pernah tau bagaimana esok hari. Ketika rasa percaya pada Allah kita sedikit, kita akan tenggelam dalam anxiety tak berujung. Gimana kalo gw mati cepet, anak gw siapa yang ngurus… Gimana kalau suami gue meninggal duluan, atau gue ditinggal, hidup dari mana gueee…Padahal nggak ada yang ngasih kita rezeki melainkan Allah Ar-Razzaq. Maka jangan lupa berdoa #notetoself #ngingetindirisendiri

 

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim : 37)

Masya Allah! Betapa luar biasa do’anya nabi Ibrahim. Allah ajarkan kita di dalam Al-Qur’an. Betapa nabi Ibrahim ‘alaihissalam begitu percaya sama Allah. Beliau menempatkan keturunan di lembah tanpa tanam-tanaman. Dan beliau tahu bahwa Allah yang mampu menumbuhkan tanaman yang menghasilkan buah. Betapa do’a beliau mencakup bukan sekedar dunia tapi juga akhirat. Because what’s the point of having the rizq without having shukr? Ya kan? Dikasih nikmat tapi nggak bersyukur jadinya kan nggak selamat juga. Alhamdulillah, terima kasih Allah, untuk segala nikmat-Mu, terutama nikmat hidayah, nikmat Al-Qur’an, nikmat bersyukur <3

Maka jikalau menyangkut esok hari dan masa depan, berdo’a lah. Dan katakan Insya Allah, dengan penuh harap kepada-Nya. Dan kemudian percaya bahwa apapun hasil dari usaha kita, Allah yang paling tahu keputusan apa yang terbaik buat kita sebagai hasilnya. Kita nggak tahu, Allah Maha Tahu.

 

Bandingin ketika kita menuhankan usaha kita, udah capek, hasil nggak sesuai harapan. Ketika sukses yang kita kejar adalah sukses di mata yang lain : di mata kita.. kita bakal kecewa. Mulailah dengan do’a dan memohon petunjuknya. Luruskan niat, ikhlas hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala.

 

Belajar juga dari nabi Ibrahim tentang usahanya. Bagaimana beliau menempatkan keturunannya “di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat”.. Tentang tujuannya : agar mereka mendirikan shalat. Kita diciptakan untuk beribadah pada Allah. Dan untuk menjadi tipe manusia “that we created to be”.

 

Terus gimana mempraktekannya? Coba saya kasih contoh simple dimulai dari niat.

Selalu luruskan niat. In the end, kita pengen diri kita, anak-anak kita, keluarga kita, semua berada dalam lindungan Allah, berada dalam shirotol mustaqim, di jalan keselamatan (sabilussalam) ; Islam, hingga bisa memenuhi undangan Allah untuk masuk ke Darussalam, jannah. Dan mendapatkan nikmat yang paliiing luar biasa : melihat wajah-Nya. Maka selalu kembali ke niat.

 

Dengan selalu mendirikan shalat-lah kita bisa teruuus menerus meminta kepada-Nya untuk ditunjuki ke shirotol mustaqim. Seperti yang sudah saya tulis kemarin, sadarilah, kita yang butuh shalat. Maka ketika kita menempatkan keluarga kita, tempatkanlah di tempat yang bisa memungkinkan untuk mendirikan shalat. Cari rumah dekat masjid/mushalla… supaya yang laki-laki bisa melaksanakan kewajibannya untuk shalat di masjid.

 

Ketika mencari ilmu, niatkanlah karena Allah. Supaya ilmu kita bermanfaat, buat diri kita, buat ummat.. Untuk mengamalkan ilmu, nggak cuma memiliki.

 

Allahumma inni a’udzubika min ‘ilman laa yanfa’ wa min qolbi laa yakhsya’ wa min nafsi laa tasyba’ wa min da’wati laa yustajaabulaha

”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan”

(HR. Muslim: 2722)

 

Kaya belajar bahasa inggris misalnya. Bisa gak jadi ibadah? Insya Allah, kalo niat kita misalnya supaya nantinya bisa memperoleh ilmu yang lebih luas, dari sumber-sumber berbahasa Inggris, ilmu agama dari ustadz2 yang memakai bahasa inggris, dan kemudian berniat untuk berbagi ilmu, menjadikannya manfaat bagi sesama manusia dan makhluk-Nya, dan juga berdakwah dengan bahasa yang kita kuasai itu. Begitu juga dengan pengetahuan yang lain.

 

Tinggikan cita-cita, bukan cuma sukses di mata orang, bukan cuma bahagia di dunia. Sungguh kita nggak akan selamanya di sini. Kalau kata Yasmin Mogahed, bagaikan berlayar di lautan. Kapal kita punya tujuan untuk berlabuh. Stay afloat, kita butuh air laut untuk berlayar, tapi jangan biarkan kita lupa daratan.Air itu manfaat untuk perjalanan kita, namun jika air itu banyaaak masuk ke kapal, kita bisa tenggelam. Jadi jangan tenggelam dengan dunia, ingat, kita punya tujuan.

(Visited 1 times, 1 visits today)

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *