Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

Train of Thought : Part 2

By Posted on 0 No tags 0

Part 2

Mengenal-Nya, melalui nama-nama-Nya sungguh semakin bikin saya sadar akan sesuatu yang ustadz Khasyim bilang kemarin. Sebuah kalimat yang bener-bener STRAIGHT TO THE POINT:

 

Bahwa Allah yang punya segaaaala yang kita cari selama ini.

 

Cinta?  

Mungkin selama ini kita mencari cinta di tempat yang salah.

Mungkin selama ini kita salah kasih prioritas. Cinta mati ceunah, tapi sama manusia. Ujungnya seringkali jadi kecewa. Mau ngelakuin apa aja buat si dia, biar bahagia.

Sementara cinta Allah? dari dulu sampai sekarang, dengan cara yang kita pahami maupun kita nggak pahami, adalah cinta yang tak habis-habisnya.

 

Sebenernya emang nomer 1 yang paling pantas kita cintai adalah Allah,

yang paling sayang sama kita. Lebih dari siapapun juga.

 

Sedih asli kalau menyadari betapa banyak kita yang salah naro rasa cinta,

seandainya kita memposisikan Allah di urutan pertama yang pantas kita cintai…

segala kecewa insya Allah lebih mudah terobati. Dan dengan mencintai Allah, sesungguhnya kita juga belajar bagaimana semestinya kita mencintai orang lain. Man la yarham la yurham, ketika kita mencintai orang lain dengan tulus, ikhlas karena Allah.

 

Ya Allah, baru belakangan ini akutuuuu semakin ngerti apaan sih cinta karena Allah. Kalo ngga karena Allah, pasti lebih capek, tapi kalo ikhlas, insya Allah semua jadi lebih gampang.

 

One of the reason i keep sharing in ig stories (sorry if its kinda boring to you) but I really really really want you to feel His LOVE too. Bikin yang lain berusaha cari tau juga, dan merasakan nikmatnya ibadah dengan ilmu <3

 

Ya Allah, alhamdulillah, atas nikmat akal, semoga Allah terus mengaruniakan kita semua dengan nikmat ilmu yang manfaat dan bisa membuat hati kita selalu semakin cinta kepada-Nya

 

Oh iya,kalau mau menjelaskan soal betapa cintanya Allah ke kita, aslinya panjang banget. Coba nonton kajian Majeed Mahmoud yang judulnya Al-Wadood. Perumpamaannya mengena banget. Insya Allah nanti dibahas lagi kalau sudah sempet ngerangkum.

 

Tujuan?

Dari awal bisa jadi kita punya #lifegoals yang salah.

Inget jaman muda dulu pernah takut mati gegara belum kawin, belum punya anak

 

Iya dulu berdoanya gitu. Ya Allah, aku belum kawiiiin, belom beranak, jangan mati duluuu…

hayooo pernah gitu juga ga? :p

 

Target punya rumah, punya mobil, punya barang, financial freedom,dan target2 duniawi yang sebenernya kita anggep demi mencapai “kebebasan” JUSTRU malah bikin kita nggak hepi dan gak tenang. Diperbudak kerja siang malam sampe begadang, banting tulang sampe kecapean… Bahkan ketika target itu tercapai, terus weee khawatir.

 

Like seriously, have you ever been in a state, where you can go to beautiful places, eat delicious food, punya ini itu gadget terbaru, banyak netijen yang follow, tapi ada yang kosong. Ya hepi sih, tapi kurang. Tapi kenapa ya, sering kali kita kebingungan.

 

Padahal sebenernya ya emang we are not destined to stay in this world, forever. Kalo kita mau jalan-jalan liburan ke luar negeri aja,pas udah sampe sana apa iya kita bakal beli hal-hal yang kalo dibawa pulang malah bakal bikin kita repot nantinya? Pergi jauh2 ke negeri seberang logis gak kalo di sana sibuk ngurusin beli rumah, beli mobil, beli ini itu yang ga manfaat buat dibawa balik? Nggak kan. Paling beli oleh2 yang kepake buat di rumah. Yhaa sama di dunia juga, kita teh tujuannya pulang. Kembali kepada-Nya. Jadi “beli” lah sesuatu yang bisa dibawa pulang. Rumah? Rumah yang diisi manfaat untuk kembali pada-Nya, mobil yang mengantarkan kita kepada tempat-tempat yang mendapat ridho-Nya, segalaaa semua kembali buat dapet ridho-Nya…

 

Banyak yang berpikir memeluk agama Islam banyak aturan, membuat kita tidak BEBAS. Tapi apakah sesungguhnya kita emang bebas, ketika kita nggak memegang teguh agama? I mean like, apakah kita sedang tidak diperbudak oleh trend, mencari penilaian orang lain dengan mengupload image2 tertentu di sosial media kita, merasa nggak pernah cukup karena belum kesini dan kesitu, belum makan ini dan makan itu, anak gue belom bisa ini belom bisa itu, duit belum cukup buat biaya ini itu nanti masa depan (kalau kita masi idup???)

 

Sungguh hanya dengan mengingat Allah hati merasa tenang. Hanya dengan mengenal Allah, mengenal sifat-sifat-Nya kita bisa tau, bahwa sesungguhnya, menjadi HAMBA Allah adalah satu-satunya penghambaan yang bikin TENANG. BEBAS. Bebas dari apa kata orang, orang mo bilang apa, tapi yang penting sesuai sama perintah Allah, dan Allah ridho sama kita.

Bebas dari kekhawatiran, fokus pada usaha, karena tauuu, Allah nggak pernah tidur, Allah selalu ada, Allah Rabb yang selalu mengurus ciptaan-Nya. Bebas dari segala hasrat duniawi yang sering kali bikin kita nyerempet gila.

Apalagi kalau kita punya ilmu, kenapa sih sebenernya kita dikasih aturan? Ya sebenernya mah aslinya buat keselamatan kita kok.  Ya Allah semoga kita semua bisa sampai ke level ridho pada apa yang Allah beri pada kita, dan Allah ridho pada usaha kita, aamiin….

Semoga tujuan kita teh beneeer, dan selama di dunia selalu ada di jalan-Nya <3

(Visited 1 times, 1 visits today)

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *