Bertanya : part 1

Punya anak balita kerjanya nanyaaa mulu. Allah dimana ma ko ga keliatan, disana yah? Dan seterusnya.. Dijawab apa juga ga puas puas, mungkin karena belum nyangkut juga di akal dia…yaa dasar anak mau tiga taun…

Padahal jangankan anak tiga taun, bukankah kita pas udah gede juga kadang masih penasaran kaaan. Nenek saya aja ternyata sempet masih nanya ama pak Ustadz☺️

There’s nothing wrong with our curiousity dan rasa ingin bertanya. Saya rasa itu juga ilmu yang saya serap selama nonton kajian al-Baqarah selama ramadhan ini.

Ajaibnya semua balik lagi ke sejarah penciptaan Adam.
Bukankah bahkan malaikat juga bertanya, bahkan me-mention soal manusia bakal menumpahkan darah, merusak…

Dan kemudian Allah menjelaskannya dulu dengan mengajarkan Adam nama-nama, yang malaikat tidak dapat menyebutkannya.

Dalam hadits nama-nama ini diantaranya adalah saya, kamu, dan semua keturunan Adam. Bukan sekedar nama tapi lengkap dengan deskripsi tiap orang. Kemudian Adam menyampaikannya pada malaikat.

Benar apa kata malaikat soal orang-orang yang merusak dan menumpahkan darah, namun mereka juga menjadi saksi bahwa ada pula manusia yang sungguh berbuat baik, beriman dan taat..

Kemudian mereka pun sujud kecuali iblis.

Menurut penafsiran yang dijabarkan Nouman Ali di kajian baqarah, pada ayat 30 ada penjelasan bahwa malaikat selalu bertasbih dan taqdis. Bertasbih sendiri adalah semacam deklarasi bahwa Allah itu sempurna tanpa cacat. Taqdis – kurang lebih mensucikan. *punten kalau kurang jelas, heuuu kudu nonton sendiri sih hihi.. Penjelasan bahasa arab gitu soalnya… Intinya mah Maha Suci dari segala kekurangan yang hanya dimiliki mahluk. Ketika bertasbih, maka kita semacam menyatakan kalau – kita ini tempatnya segala kekurangan dan kesempurnaan hanyalah milik Allah.

Dengan kata lain, malaikat bertanya, tapi bukan berarti mereka meragukan akan keputusan Allah, hanya karena murni mereka belum mengerti dan butuh penjelasan.

Setelah diberi penjelasan merekapun bersujud. Kecuali iblis, yang memang bertanya dengan angkuh dan takabbur, sehingga apapun yang dijelaskan tetap saja… Ingkar.

Salah satu yang paling penting dalam beragama bisa jadi bertanya. Kita, manusia, tidak bisa diharapkan untuk langsung mengikuti perintah / instruksi jika kita tidak mengerti alasannya. Hal itu juga berlaku pada anak-anak kita.
Jangan mengira karena (anak) kita lahir dan dibesarkan dalam keluarga muslim, maka mereka gak akan bertanya “KENAPA”.
Sadarlah bahwa pertanyaan itu awalnya adalah pertanyaan polos, akan ketidakpahaman mereka, dan peer kita adalah menyiapkan jawabannya.

Sayangnya, kebanyakan metode pendidikan saat ini lebih menekankan pada “APA” dan “BAGAIMANA”.. Bagaimana cara wudhu, bagaimana cara solat, bagaimana cara baca quran.. Apa itu quran.. Apa itu solat..

Tugas kita adalah tidak lupa memberi pemahaman tentang agama dengan menjelaskan “KENAPA”

Kadang ada anak bertanya kenapa harus solat? Jawabannya sekedar “because i said so” – atau versi indo mereun “soalnya hukumnya wajib – kudu – harus”. Ditanya lagi, “kenapa?” . Jawabannya kadang sekedar dikasi tau kalo ga ya dosa masuk neraka.. Anak bakal ga puas juga.. Kenapa masuk neraka? Muter lagi ke karena harus.. Dst..

Selagi kita ngga punya jawaban yang memuaskan bagi mereka, semakin besar mereka akan tau caranya mencari jawaban sendiri. Dan ketika kita tidak siap menjawab dengan memuaskan, bisa jadi mereka dengan mudahnya (apalagi jaman gugel) mendapatkan dari sumber yang salah, yang kita tidak harapkan. Sayang kan, padahal pemahaman itu lah yang akan menjadi pondasi keimanan.

So parents, educate ourself first. This is what i’m trying to do now. At least for ourself and our family aja dulu lah.

Setidaknya kita bisa menjawab pertanyaan mengenai hal-hal yang paling mendasar dulu dalam beragama.

Kenapa kita mesti wudhu?
Kenapa kita mesti shalat?
Kenapa kita mesti percaya ada surga?
Kenapa kita muslim?
Kenapa agama ini adalah jalan yang lebih baik?
Kenapa kita mesti baca Quran?
*heu siapa tuh sok bikin buku anak kaya ginian 😆

Karena kalau (anak) kita paham, maka insyaa Allah (anak)kita akan taat 🙂

Segini dulu ya, insyaa Allah soal bertanya mau dibagi jd 2 part 😁

Jangan lupa nonton kajian di bayyinah.org untuk yang lebih jelasnya…da saya mah cuma merangkum semampu saya…

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *