And He found you lost…

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

And He found you lost and guided (you)

Proses belajar dalam hidup buat saya kaya kumpulan kepingan puzzle raksasa. Rasanya agak sulit, kalau kita nyusun puzzle tanpa tau gambar hasil akhirnya apa.
Sampai akhirnya saya melirik ulang manual book yang selama ini cuma dibaca sekilas-sekilas. Yang selama ini ada, tapi nggak saya manfaatkan semaksimal mungkin. Paling sekedar buat bantu nyatuin beberapa kepingan aja jadi bagian kecil si puzzle raksasa. Malah si manual book ini lebih sering nganggur.

Padahal, dari manual book itu saya bisa tau puzzle apa yang sedang saya susun selama ini.

Ya, kata siapa hidup ini ga ada manual booknya?

Bahkan pertanyaan-pertanyaan terbesar sebenernya jawabannya ada di sana. Seandainya aja kita tau, kalau buku itu bukan sekedar gabungan alif ba ta, iqlab, ikhfa, atau ayat-ayat berima yang ketika dibaca 10 pahala tiap hurufnya. Seandainya aja kita tau, kalau isinya bukan sekedar cerita isi surga atau keadaan neraka aja.

Memang bukan kemarin sore saya mendengar soal surga dan guna pahala, hafal beberapa surat-surat juz amma.tapi kemana aja sayaaa…
Al-fatihah aja baru tau maknanya.

In the last few years i’ve been searching for something. I’ve been lost too long and i need to find out what is missing.

Kemarenan teteh2 di fb ada yang tulis status soal Dory, yang tiba-tiba inget pulang.

Dory aja dapet (semacam) hidayah buat pulang..😝 masa kita ngga.

Sejatinya kita pernah berjanji, cuma kita lupa. Mungkin problema kita sama kaya dory, memory loss?
Tapi dory begitu dapet “hidayah” langsung gercep, gerak cepat. Langsung usaha keras untuk kembali pulang.

Bayangin kita kaya dory, yang lupa rumahnya di mana, asalnya dari mana, jalannya lewat mana.

Sekilas yang kita tau cuma kita bakal pulang kepada-Nya. Tapi kenapa juga kita harus pulang, ketika kita udah begitu nyaman dengan “rumah” kita yang sekarang?

I was worried with my shalat.
It’s not that I dont work on my imaan at all, I’ve been trying at least to never leave the shalat even sometimes it feels empty. Even sometimes i do it fast 😔. But at least i try (mostly) my best.
Next i try to upgrade them.
I try to make it better, by making it on time.

Tetep aja, huge hole in it. Mau tau arti bacaannya pun tetep kurang nampol. Hampir khusyu pun jaraaaaaaaaaaaaaang banget…

Until this ramadhan came to me.
(Ga berarti solat saya langsung bener sih, but again sedikit-sedikiiiit.. I’m a slow learner 😭)

Awalnya saya liat teaser NAK soal kajian baqarah dari bayyinah institute selama ramadhan.

Maaan, what a teaser! All those huge questions in life are gonna be answered. Kenapa adam hawa turun ke bumi, ngapain kita di bumi, dsb.

I ended up watching his lecture about rediscovering al fatihah too.

And i found out all this life i was seeing the world blurry. I knew there was this sign and that sign… But things arent so clear and i’m pretty much lost.

There was one day i prayed 1 prayer while doing sajdah, please let me love You first, please show me how to. The rest can follow.

Itu aja dulu, because i know what i might do after i fell in love.

Then It was like He re-introduced Himself to me in a different point of view.
Through His words.

From all directions, He showed me His Love.

It’s like…

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

And He found you lost and guided (you)

❤️

Kemarenan sempet nulis makna Alhamdulillahirabbilalamiin..
Sebenernya the rest of the surat is sooo amazing. But i have a toddler yang energinya gak sekedar bagai batre alkaline. I havent had chance to write the rest so i’ll just post the resume here.

Sebenernya kudu banget sih sempetin nonton rediscovering al-fatihah itu. Udah ada translate indonya pula. Nonton bioskop aja kuat kan 3 jam, this is gonna be like your ultimate eye opener about quran, apalagi kalo dikombo sama kajian al-baqarah.

Sebelumnya saya bahkan ga paham kenapa Quran bisa dibilang mukjizat, padahal ga bisa ngebelah laut atau menghidupkan orang mati. Tapi ketika saya nyimak kajian NAK satu persatu.. It’s so mind boggling… Kaya ternyata Quran tuh mukjizat yang never ending. Ketika kita pikir udah belajar banyak eh ternyata cuma kaya mampir di beberapa pantai dan bilang udah merasakan samudera.
I’m so curious that i want to study tafseer 👀👀👀 (ya Aamiin-in aja dulu lah ya)

Ok back to Alfatihah,

Arrahmaanirrahiim.
Dua sifat yang serupa tapi tak sama,
Ar-Rahman is “extremely merciful” tapi berlaku pada masa sekarang, bisa berubah karena faktor tertentu.
Ar-Rahiim juga mirip, penyayang, tapi lebih ke sifat yang abadi. Permanen. Bisa dibilang lebih ke aplikasi kasih sayang di masa kemudian, masa depan.
Belum tentu terjadi sekarang tapi kualitasnya selalu ada.

Ar-rahmaan diletakkan lebih dulu karena ya Allah tau manusia sifatnya gitu. “Pokonya butuh kebaikan Allah segera, saat ini” yang nanti biasanya dinomerduakan. Tapi ketika udah terpenuhi kebutuhan yang sekarang, kita manusia bakal mengkhawatirkan masa depan. Dengan mengucap ar-rahmaanirrahiim, Allah menyampaikan..”Jangan khawatir, it’s always there”.

Duh nyambung lagi kan ke baqarah yang ngebahas soal orang2 yang mengikuti petunjuk Allah, tidak ada kekhawatiran dan kesedihan atas mereka.. Ini aja baru ayat 2. 😭

Tapi ada aja sih orang yang merasa sisi Merciful Allah dijadikan alesan buat berlaku semena-mena, toh Allah Maha Baik, pasti dimaafkan. I know it’s haraam but Allah is Merciful.

Maka ayat selanjutnya ada Maalikiyaumiddiin. Kita dibikin inget lagi kalo posisi kita ‘abd. Dia Rabb. Cuma spesialnya ya Dia Rabb yang bersifat Ar-Rahmaanirrahiim. Luar biasaaaa kasih-Nya pada kita, budak-Nya.
Still we are a slave. We have to do what our Master ask us to do.

Bayangin ada tuan dan budak, si budak ini dibebasin ngapain aja asal di lapangan warna ijo yang luaaaaas banget dan jangan lewat garis dan mendekati lapangan yang merah. Suatu hari si budak kepeleset jatuh ke lapangan merah. Tuannya selalu ada, mengawasi. Awalnya dia ngelirik tuannya dan minta maaf, tuannya ga bilang apa-apa. Eh lama lama dia makin seenaknya. Mulai pura-pura kepeleset, minta maaf tapi kayanya tuannya gak marah. Terus sampe kelewatan jadi maen di lapangan merah terus. Perumpamaan ini sebenernya kaya kita, yang sedikit demi sedikit keterusan mengerjakan apa yang dilarang, kerja atau makan minum yang haram toh ga kesamber geledek berarti Allah gak marah.. Sampe tanpa sadar, kita terlena.
Lanjut cerita tahun berlalu si budak keenakan sering menghabiskan waktunya di lapangan merah. Sampe tuannya dateng dan mengingatkan perintah-Nya soal larangan main di lapangan merah.
Tuan bilang ia mau menghukum si budak sekarang, dia emang gak menghukum si budak langsung tapi dia menghitung dengan sangat detail berapa kali si budak melanggar. And that’s pretty much what gonna happen in Judgement day. Hari pembalasan.

Untungnya, ketika kita masih baca tulisan ini kita masih dikasih kesempetan, untuk kembali ke jalan-Nya.

Sungguh di ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah memiliki keseimbangan, kita kudu usaha. In the judgement day, keadaan kita adalah antara berada di bawah lindungan Arrahmaanirrahiim atau Malikiyaumiddin.

Kalau aja kita berhasil dikasih buku dari tangan kanan, kita semacam dapet golden tiket jadi ga usah dicek tuh isi buku. Dibuat mudah.. Kita dlm lindungan Ar-rahmaanirrahiim.

Tapi kalau dari belakang, buku kita dicek satu persatu… Distop malaikat, ya Allah, bayangin aja gimana ituuu kalo ada halaman bagian kita berbuat aneh2.. Judgement day will be bad for us 😭

Duh.. Mereun pas baca ini kemudian bakal sambil ngebayangin minta His Mercy supaya langsung lolos ga pake cek ricek 😭

Jadi ayat ini ngingetin kalo kita teh jangan nganggep enteng dosa yang diperbuat, mikir apa aja bakal diampuni. Tapi kita juga ga boleh putus asa dari ampunan-Nya dan mikir akibat dosa-dosa kita seumur hidup kita bakal langsung dimasukin neraka.

Nyatanya kita masih idup, masih dikasi kesempatan bertaubat dan kesempatan ini adalah wujud nyata dari Kasih Sayang Allah.

Di ayat selanjutnya kita kembali menyatakan bahwa hanya kepada-Nya kita menyembah. Bahwa kita adalah hamba-Nya.

Betapa kadang kita anggap sepele ucapan ini. Lagi berbuat dosa entah apa, mereun ngegosip, mereun makan makanan haram…kerjaan haram…trus solat dan ngomong kalimat ini terus ngelanjutin lg dosanya.

Padahal ceunah kita teh ‘abd.

Kemudian kita minta pertolongan.
Iyaakanasta’in.

Hanya kepadaMu kami mohon pertolongan.

Tolong apa? Padahal kan biasanya kalo minta tolong spesifik ya. Tolong ambilin ini, tolong cariin itu. Tapi tolong ini lebih kaya ke tolong yang udah nunjukin kalau kita tuh bener2 butuh banyaaaak pertolongan. Yang kalau ga dibantu sungguh ga berdaya. We are so desperately need help. All kind of help.

Kaya orang mau tenggelem.. Yang dia teriakin cuma “HEEEELPPPPPP”

Tapi nasta’inu ini adalah jenis minta tolong dimana kita kudu usaha dulu baru ditolongin. Kaya udah coba maksimal mo ganti ban tapi ga bisa, ada orang lewat minta tolong.
Bukan nongkrong di kursi sambil main hempon trus ga usaha eh ada yang lewat minta tolong.

We need to take our part first. Kerjain dulu semampu kita. Karena itu tugas kita. Baru minta tolong.

As in trying to get khusyu in shalat, which is so hard i still couldnt have it most of the times but well… Usaha aja dulu. Walau ini walau itu walau ngga konsen, just dont leave it!

Hidayah kudu dikejar.
Ngga tiba-tiba males, ga usaha apa-apa, ngga nyari tau apa-apa, terus bisa langsung aja ujug-ujug sekalinya shalat khusyu terus-menerus sepanjang hayat…
Alhamdulillah kalau ada.

Tapi, we can try one step at a time… Jangan sampe keburu telat, keburu lewatttt.

Another thing i had experience is about wearing hijab. Progresnya sih ya setelah mengusahakan solat dulu, mungkin satu kebaikan akan mengundang kebaikan yang lain. Ketika berniat maka selangkah demi selangkah akan dituntun. Niatkan karena Allah. Karena Allah yang minta. Minta sedikit aja padahal, apalah dibanding apa yang udah kita terima selama ini. Dulu mikirnya sesimpel itu.
Maka mulai lah lengan panjang, beli celana panjang…
Nggak langsung juga dikerudungin…
Tapi lama-lama pake juga.
One thing that make me sad is people keep making all this “istilah” that gonna hurt other people who’s trying to go on His path.
Padahal pertama make jilbab jg karena ngerasa yaudahlah masih bisa gaya.
Alhamdulillah kalau ada yang begitu berubah langsung pake yang longgar, khimar dst.
Seriously i hate the term jilboobs.
Or people mocking selebgram and giving them harsh words in comment section…

Who are we to judge?
Tugas kita memang mengingatkan tapi sungguh ada adabnya.

Selepas mengingatkan dengan baik, itu jadi urusan mereka dan Allah.

And what the point of spreading those aurat photos of their body curves in social media, maaaan! Kalo ga salah malah pernah nemu yang ngeshare laki-laki.

Just lower your gaze,men!

Tidakkah kita ingin Allah menutup aib kita sementara kita malah umbar aurat orang lain 😭

Duh jadi kemana2 kan…
Intinya mah iyakanasta’in adalah pertolongan yang kudu disertai usaha kita dulu.

Ihdinaashirotolmustaqiim…
Adalah permintaan seorang hamba pada Tuannya. Karena mau gimana jadi hamba kalo ga tau apa perintah-Nya? Disinilah kita minta petunjuk untuk menjadi hamba yang benar. Bayangkan, kita terus menerus merepeat permohonan ini berulang kali dalam sehari, karena apalah kita tanpa petunjuk-Nya?

Karena sekali kita berjalan, diberi petunjuk, jalan itu akan terus naik.. Dan sesuatu yang tinggi, akan juga mudah goyah… Banyak cobaan. Tapi kita juga bisa punya pandangan yang lebih luas, dan pemahaman yang lebih dalam.

Maka kita terus meminta, meminta agar selalu berada di jalan-Nya

Maka seperti apa jalan itu?

Dijawab di ayat selanjutnya.
Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka.

Siapa mereka? Nahhhhh ini dia ternyataaa salah satu alasan kenapa Al-Fatihah jadi pembuka Quran. Karena di dalam surat-surat selanjutnya lah diceritakan contoh-contoh ini. Orang-orang yang udah lulus, para Nabi, orang-orang soleh, ciri-ciri karakter mereka gimana….

Quran ini jawaban permohonan kita. Kayak kurang lebih semua pertanyaan hidup tuh ada jawabannya… Seandainya aja kita mau tadabbur. Kita bisa ambil contoh yang banyak dalam menghadapi berbagai peristiwa yg kita alami. Bagaimana menyikapinya dengan benar, bagaimana yang salah dan tidak untuk ditiru.

Kemudian dilanjut…
Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.

Ada tafsir yang menjelaskan bahwa yang dimurkai adalah Yahudi dan Nasrani. Eits, tapi bukan semuanya ya..
Kalo kita lanjut ke kajian al-baqarah, kita bakal liat kalo bani israil adalah kaum yang bener-bener dikasi kelebihan banyaaak sama Allah. Dikirimin nabi terus menerus, diberi kemudahan juga dalam rizki. Tapi tetep weh bandel.
Secara ilmu teori keTuhanan kan harusnya pinter dong dikasih nabi terus, tapi mereka terus membangkang sampe keutamaan itu dicabut. Ilmu doang tapi amalnya ga ada..

Di ayat ini bahkan ga dimention siapa yang murka, soalnya bisa jadi bukan hanya Allah yang murka akan perangai mereka.

Bayangin aja kaya ada guru ngasih tau, besok ujian. Ini soal ama jawabannya, sok pelajarin.
Pas besoknya ujian, eh ada murid yang nilainya jelek, kesel ngga? Padahal udah dikasi tau kan soal ama jawabannya.

Kita juga ngga berarti aman dari sifat seperti ini, makanya Quran teh pedoman yang abadi. Bukan sekedar cerita-cerita doang, tapi kitanya kudu berusaha memahami dan mengambil hikmah di tiap ceritanya.

Beda lagi dengan “dholliin”
Kita liat di sebelumnya bahwa orang yang tau ilmunya trus ga diamalkan itu dimurkai.

Ada masa-masa (jahiliyah) saya sempet berpikir, yaudah ah mending juga gak tau apa-apa san gak cari tau sekalian biar ga dimurkai. Biar ga dosa.

Iiiiiih ternyata ga bisa dong!
Bahkan tiap hari kita berdoa supaya ngga jadi golongan yang ga punya ilmu ini. Karena bukan itu tujuan kita hidup di dunia ini.

Dengan tidak tau ilmu, maka bisa jadi amal ibadah kita salah. Padahal yang namanya ibadah ga bisa sembarang dikarang, yaituuu masuknya jadi “dholliin”. Tersesat.
Nyasar.

Dan semua isi Quran setelah al-fatihah adalah segala petunjuk yang kita mohonkan.

Ahhh amazed! Betapa tiap ayat berkaitan,

Kita diperkenalkan bahwa ia Rabb
Tuan, maka kita hamba

Tapi ia Rabb yang spesial, pada budaknya Ia adalah Tuan sangat amat pengasih, sekarang dan selamanya

Ia juga Rabb yang akan membalas dengan balasan yang setimpal,

Karena ia Rabb maka kita, budak menghamba dan minta segala pertolongan-tanpanya kita gabisa apa-apa walau kita udah berusaha

Karena kita budak, kita butuh petunjuk-Nya, perintah-Nya supaya kita bisa jadi ‘abd, budak yang taat.
Budak yang berusaha menjadi terbaik untuk dapat segala RahmatNya.

Karena petunjuk paling mudah adalah melalui contoh teladan hamba lain yang sudah lulus dengan baik berkat nikmat-Nya.

Dan contoh hamba yang tidak untuk ditiru karena mendapat murka dan tersesat dari jalan-Nya.

Dan contoh itu semua ada di surat lainnya.

Petunjuk peran kita sebagai ‘abd.
Aneka contoh sifat dan sikap yang kita bisa teladani,
Aneka contoh sifat dan sikap yang kita harus hindari,
Amalan-amalan ibadah dan cara yang bisa kita lakukan,
Ilmu-ilmu dan pengetahuan tentang hidup ini, hidup kita selanjutnya, kemana kita pulang…
Hubungan kita dengan-Nya…
Dan segala yang kita butuhkan sebagai panduan sepanjang hidup untuk kita pegang erat supaya bisa terus ada di Jalan-Nya.

All we need is to start walking in His path. And keep asking for his guidance. He’s always there watching 🙂

And He found you lost and guided (you) – Ad-Dhuha : 7

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *